//
you're reading...
Uncategorized

BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Pengertian bimbingan dan konseling
1. Pengertian
Banyak ahli yang mencoba untuk merumuskan pengertian bimbingan dan konseling dari Jones(1963), Rochman nata widjaja(1978), Bimo walgito(1982:11). Dan dari beberapa ahli maka dapat dirumuskan bahwa bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, suatu proses membantu individu, bantuan yang diberikan itu dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat mengarahkan dan mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan kemampuannya/ potesinya, kegiatan yang bertujuan utama memberikan bantuan agar individu dapat memahami keadaan dirinya dan mampu menyesuaikan dengan lingkungan.
2. Pengertian konseling
Berdasarkan pendapat bayak tokoh dapatlah dikatakan bahwa kegiatan konseing itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (a) Pada umumnya dilaksanakan secara individual.(b) Pada umumnya dilakukan dalam suatu perjumpaan tatap muka. (c) Untuk pelaksanaan konseling dibutuhkan orang yang ahli. (d) Tujuan pembicaraan dalam proses konseling ini diarahkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.
B. Peranan Bimbingan dan konseling daam pendidikan di sekolah
Kegiatan ini dilakukan melalui layanan secara khusus terhadap semua siswa agar dapat mengembangkan dan memanfaatkan kemampuannya secara penuh (Mortensen & Schemuller, 1969).
Lundquist dn chamely yang dikutip oleh belkin, 1981 menyataan bahwa konselor ternyata sangat membantu guru dalam hal :
1. Mengembangkan dan memperluas pandangan guru tentang masalah afektif yang mempunyai kaitan erat dengan profesinya sebagai guru.
2. Mengembangkan wawasan guru bahwa keadaan emosionalnya akan mempengaruhi proses belajar mengajar.
3. Mengembangkan sifat yang lebih positif agar proses belajar siswa lebih efektif
4. Mengatasi masalah-masalah yang ditemui guru dalam melaksanakan tugasnya.
C. Tujuan Bimbingan di sekolah
Dalam kurikulum SMA tahun 1975, buku III C dinyatakan bahwa tujuan bimbingan disekolah adalah membantu siswa:
1. Mengatasi kesulitan dalam belajar, sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi.
2. Mengatasi terjadinya kebiasaan yang dilakukan baik yang dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan dalam hubungan sosial.
3. Mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani.
4. Mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan kelanjutan studi.
5. Mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan memiliki jenis pekerjaan seteah mereka tamat.
6. Mengetasi kesulitan yang berhubungan dengan maslah sosial emosional di sekolah yang bersumber dari sikap murid yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri, terhadap lingkungan sekolah, keluarga, dan lingkungan yang lebih luas.
D. Peranan Bimbingan dan konseling dalam pembelajaran siswa
1. Bimbingan belajar
Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalh-masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik di sekolah maupun diluar sekolah. Bimbingan ini antara lain :
a) Cara belajar, bak belajar secara kelompok ataupun individual.
b) Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiatan belajar.
c) Efisien dalam menggunakan buku-buku pelajaran.
d) Cara mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu.
e) Cara, proses dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.
2. Bimbingan sosial
Bimbingan sosia ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan masalah sosial, sehingga terciptalah suasana belajar-mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi (1977) bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk
a) Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai
b) Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai
c) Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu.
Disamping itu, bimbingan sosial juga dimaksudkan agar siswa dapat melakukan penyesuaian diri terhadap teman sebayanya baik disekolah maupun diluar sekolah.
3. Bimbingan dalam mengatasi masalah-masalah pribadi
Bimbingan ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi, yang dapat menganggu kegiatan belajarnya.

E. Landasan Bimbingan dan Konseling
Menurut Winkel (1991) landasan-landasan itu adalah sebagai berikut :
a) Bimbingan selalu memperhatikan perkembangan siswa sebagai individu yang mandiri dan mempunyai potensi untuk berkembang.
b) Bimbingan berkisar pada dunia subyektif masing-masing individu.
c) Kegiatan bimbingan dilaksanakan atas dasar kesepakatan antara pembimbing dengan yang dibimbing.
d) Bimbingan berlandaskan pengakuan akan martabat dan keluhuran individu yang dibimbing sebagai manusia yang mempunyai hak-hak asasi (human rights)
e) Bimbingan adalah suatu kegiatan yang bersifat ilmiah yang mengintegrasikan bidang-bidang ilmu yang berkaitan denga pemberian bantuan psikologis.
f) Pelayanan ditujukan kepada semua siswa, tidak hanya untuk individu yang bermasalah saja.
g) Bimbingan merupakan suatu proses, yaitu berlangsung secara terus menerus, berkesinambungan, berurutan, dan mengikuti tahap-tahap perkembangan anak.

F. Prinsip-prinsip Operasional Bimbingan dan konseling di sekolah
Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah landasan teori yang mendasari pelaksanaan layanan bimbingan dan konselin, agar layanan tersebut dapat lebih terarah dan berlangsung dengan baik.
1. Prinsip-prinsip Umum
Prinsip-prinsip umum antara lain :
a) Dalam pemberian layanan perlu dikaji kehidupan masa lalu klien, yang diperkirakan mempengaruhi timbulnya masalah tersebut.
b) Perlu dikenal dan dipahami karakteristik individual dari individu yang dibimbing.
c) Program bimbingan harus sesuai dengan program pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
2. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan individu yang dibimbing.
a) Layanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa.
b) Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas layanan kepada siswa tertentu.
c) Program bimbingan harus berpusat pada siswa. Program yang disusun harus didasarkan atas kebutuhan siswa.
d) Layanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu yang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas.
e) Individu yang mendapat bimbingan harus berangsur-angsur dapat membimbing dirinya sendiri
3. Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan.
a) Konselor disekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian, pendidikan, pengalaman, dan kemampuannya.
b) Konselor harus dapat kesempatan untuk mengembangkan dirinya serta keahliannya melalui berbagai latihan penataran.
c) Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya.
d) Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan tekhnik yang tepat dalam melakukan tugasnya.
e) Konselor hendaknya memperhatikan dan menggunakan hsil penelitian dalam bidang : minat, kemampuan, dan hasil belajar individu untuk kepentingan perkembangan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
4. Prinsip-prinsip khusus yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi bimbingan.
a) Bimbingan harus dilaksanakan secara berkesinambungan
b) Dalam pelaksanaan bimbingan harus tersedia kartu pribadi bagi setiap individu (siswa).
c) Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan
d) Pembagian waktu harus diatur untuk setiap petugas secara baik.
e) Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertinggi dalam pelaksanaan bimbingan.
G. Asas-asas bimbingan dan konseling
Asas adalah segala hal yang seharusnya dipenuhi dalam melaksanakan suatu kegiatan, agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik serta mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kegiatan atau layanan bimbingan konseling menurut prayitno (1982) ada beberapa asa yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Asas kerahasiaan
2. Asas keterbukaan
3. Asas kesukarelaan
4. Asas kekinian
5. Asas kegiatan
6. Asas kedinamisan
7. Asas keterpaduan
8. Asas kenormatifan
9. Asas keahlian
10. Asas alih tangan
11. Asas Tut Wuri Handayani

H. Orientasi layanan bimbingan dan konseling
Layanan bibingan hendaknya berfokus atau berorientasi pada perkembangan individu dari segi lain, Prayitno (1982) menyatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling seharusnya berorientasi pada masalah-masalah yang dihadapi oleh klienpada saat ia berkonsultasi. Berdasarkan pendapat – pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling hendaknya menekankan pada : (a). Orientasi individual,(b). Orientasi perkembangan siswa dan(c). Orientasi permasalahan yang dihadapi siswa.

I. Kode etik bimbingan dan konseling
Untuk menyatukan pandangan tentang kode etik jabatan berikut ini dikemukakan suatu rumusan dari Winkel (1992):”kode etik jabatan ialah pola ketentuan /aturan /tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi”.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

Flag Counter

JAM

April 2014
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: