//
you're reading...
Uncategorized

Perkembangan Kehidupan Pribadi

 

aku91.      Pengertian kehidupan Pribadi dan karakteristiknya

Kehidupan pribadi seseorang individu merupakan kehidupan yang utuh dan lengkap dan memiliki cirri khusus dan unik. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut  berbagai aspek, antara lain aspek emosional, sosial psikologis dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual yang terpadu secara integrative  dengan factor lingkungan kehidupan. Pada awal kehidupannya dalam rangka menuju pola kehidupan pribadi yang lebih mantap, seseorang individu berupaya  untuk mampu mandiri, dalam arti mampu mengurus diri sendiri  sampai dengan mengatur  dan memenuhi kebutuhan serta tugasnya sehari-hari. Untuk itu diperlukan penguasaan situasi  untuk menghadapi berbagai ransangan yang dapat mengganggu kestabilan  pribadinya.

Kekhususan kehidupan pribadi bermakna bahwa segala kebutuhan dirinya memerlukan pemenuhan  dan terkait  dengan masalah-masalah yang  tidak dapat disamakan dengan individu lain. Oleh karenanya, setiap pribadi akan dengan sendirinya menampakan ciri yang khas yang berbeda  dengan pribadi yang lain. Di samping itu, dealam kehidupan ini diperlukan keserasian antara kebutuhan fisik dan nonfisiknya. Kebutuhan fisik setiap orang perlu pemenuhan, minsalnya seseorang perlu bernapas lega, perlu makan enak dan cukup, perlu kenikmatan, dan perlu keamanan. Berkaitan dengan aspek sosio-psikologis, setiap pribadi membutuhkan kemampuan untuk menguasai  sikap dan emosinya serta sarana komunikasi untuk bersosialisasi. Hal  itu semua akan tampak secara utuh dan lengkap dalam bentuk perilaku dan perbuatan yang mantap. Dengan demikian, masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk integritas antara faktor fisik, sosial budaya, dan faktor psikologis. Di samping itu, seorang individu juga membutuhkan pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya, baik Dari keluarganya sendiri maupun dari luar keluarganya. Tiap orang punya harga diri dan benkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.

2.      Faktor- faktor  yang  Mempengaruhi  Perkembangan  Pribadi

Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan  berbagai aspek, yang akan ditunjukan dalam prilaku. Prilaku seseorang yang menggambarkan perpaduan berbagai aspek itu terbentuk di dalam lingkungan. Sebagaimna diketahui bahwa, lingkungan  tempat anak berkembang sangat kompleks.

Perkembangan pribadi dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan. Aliran natifisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi pribadi sebagaimana menjadi pribadi sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh pembawaan dan sifatnya yang dibawak sejak lahir. Sementara itu aliran emperisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi pribadi yang khas, dan unik, yang dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan, atau lingkungan hidupnya. Aliran konfergensi menyatakan bahwa kedua faktor tersebut secara terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang

Seseorang individu, pertama tumbuh dan berkembang  di lingkungan keluarga. Sesuai dengan tugas keluarga dalam melaksanaknan misinya sebagai penyelenggara  pendidikan yang bertanggung  jawab, mengutamakan pembentukan pribadi anak. Dengan demikian, faktor utama  yang mempengaruhi perkembangan  pribadi anak adalah kehidupan keluarga  beserta aspeknya. Seperti telah diuraikan di bagian terdahulu, perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikofisis dipengaruhi oleh :status sosial ekonomi, filsafat hidup keluarga dan pola  hidup keluarga seperti kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, dan ketertiban  termasuk ketertiban menjalankan ajaran agama.

3.      Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi

 

Lingkungan social budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. Oleh karena itu perkembangan pribadi individu berbeda-beda sesuai dengan pembawaan lingkungan tempat mereka hidup, dan dibesarkan. Lingkungan kehidupan sosial budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkungan alami maupun lingkungan yang diciptakan  untuk maksud pembentukan pribadi anak-anak  dan remaja, masing-masing memilki cirri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, secara singkat dapat di katakana bahwa perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda pula sesuai dengan lingkungan di mana mereka dibesarkan serta bagaimana mereka masng-masing berinteraksi dan mengintegrasikan dirinya dengan lingkungannya

 

 

4.      Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku

 

Kehidupan merupakan suatu rangkaian yang berkesinambungan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Keadan kehidupan sekarang dipengaruhi oleh keadan sebelumnya, dan keadan yang akan dating banyak ditentukan  oleh keadan kehidupan saat ini. Dengan demikian, tingkah laku seseorang  juga dipengaruhi  hasil proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan kejadian-kejadian saat sekarang.

 

5.      Upaya Pengembangan kehidupan Pribadi

 

Kehidupan pribadi merupakan rangkaian proses pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu dipersiapkan dengan baik. Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sebagai berikut: 

a.       Membiasakan hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik.

b.      Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dengan penuh tanggung jawab.

c.       Hidup bermasyarakat dengan melakaukan pergaulan  dengan sesama, terutama dengan teman sebaya. Menunjukan gaya dan pola  kehidupan yang baik  sesuai dengan kultur yang baik dan dianut oleh masyarakat.

d.      Cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi  ,melatih cara merespon berbagai masalah yang dihadapi secara baik.

e.       Mengikuti dan mematuhi aturan kehidupan keluarga secara disiplin dan bertanggung jawab.

f.       Melaksanakan peran sesuai dengan status dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga. Di dalam keluarga perlu dikembangkan  sikap menghargai orang lain dan keteladanan.

g.      Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai minat bakat yang dimiliki baik melalui pendidika formal maupun nonformal. 

 

B.     Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier

 

Belajar itu akan lebih berhasil apabila sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Cita-cita tentang jenis pekerjaan di masa yang akan datang merupakan faktor penting  yang mempengaruhi minat dan kebutuhan belajar. Pada usia remaja, telah  mulai jelas terbentuknya cita-cita dewasa nanti. Oleh kareana itu, dapat dikatakan bahwa remaja telah memiliki minat yang jelas terhadap jenis pekerjaan  tertentu. Untuk itu remaja secara sadar  telah mengetahui pula bahwa untuk mencapai jenis pekerjaan  yang diidamkan itu memerlukan sarana pengetahuan  dan keterampilan  tertentu yang harus dimilki. Pada dasarnya belajar atau mengikuti pendidikan tertentu merupakan  persiapan bagi remaja itu sendiri utuk mendapatkan suatu pekerjaan. Hal inilah yang memimbing remaja menentukan pilihan jenis pendidikan yang akan di ikuti.

1.      Lingkungan Pendidikan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anak dan remaja. Pendidikan keluarga lebih  menekankan  pada aspek moral atau pembentukan kepribadian daripada pendidikan  untuk menguasai ilmu pengetahuan. Dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikan keluara bersifat individual, sesuai dengan pandanagan hidup keluarga masing-masing, sekalipun secara nasional  bagi keluarga-keluarga bangsa Indonesia memiliki dasar yang sama, yaitu pancasila. Ada keluarga dalam mendidik anaknya berdasarkan pada kaidah-kaidah agama dan menekankan  proses pendidikan pada pendidikan agama dengan tujuan untuk menjadikan anak-anaknya menjadi orang yang saleh dan senantiasatakwadan iman kepada Tuhan yang maha Esa. Ada pula keluarga yang dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikannya berorientasi kepada kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan dengan tujuan untuk menjadikan  anak-anaknya menjadi orang yang produktif dan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. 

2.      Masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan alami kedua yang dikenal anak-anak. Anak remaja telah banyak mengenal karakteristik masyarakat  dengan berbagai  norma dan keragamannya. Kondisi masyarakat  amat beragam, tentu  banyak hal yang harus diperhatikan  dan diikuti oleh anggota masyarakat, dan dengan demikian para remaja perlu memehami hal itu. Tidak jarang para remaja berbeda  pandangan  dengan para orang tua, sehingga norma dan perilaku remaja dianggap tidak sesuai dengan  norma  masyarakat yang sedang berlaku. Hal tersebut akan berdampak  pada pembentukan pribadi  remaja. Perbedaan ini dapat mendorong para remaja untuk  membentuk  kelompok-kelompok sebaya yang memiliki pandeangan yang sama.

Di balik itu di dalam masyarakat terdapat tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh  kuat terhadap pola hidup masyarakatnya. Namun hal tersebut terkadang tidak mampu  mempengaruhi kehidupan remaja, akibatnya para remaja kadang-kadang  melakukan tindakan-tindakan yangtidak sesuai dengan ketentuan masyarakat, atau para remaja dengan sengaja menghindar dari aturan dan ketentuan masyarakat.

3.      Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan artificial  yang sengaja diciptakan  untuk membina anak-anak ke arah tujuan tertentu, khususnya untuk memberikan kemampuan  dan keterampilan sebagai bekal kehidupannya di kemudian hari. Bagi para remaja pendidikan jalur sekolah yang diikutinya  adalah jenjang pendidikan dasar dan menengah. Di mata remaja sekolah dipandang sebagai lembaga yang cukup berpengaruh terhadap  terbentuknya konsep  yang berkenaan  dengan nasib mereka di kemudian hari. Mereka menyadari  jika prestasi  atau hasil belajar yang dicapai di sekolah itu baik, hal itu akan membuka kemungkinan  hidupnya  di kemudian harimenjadi cerah, tetapi sebaliknya apabila prestasi yng dicapainya kurang baik, hal itu dapat berakibat gelapnya masa depan  mereka. Kegagalan di sekolah dipandangnya  sebagai awal kegagalan hidupnya. Dengan demikian, sekolah dipandang banyaki mempengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, remaja telah memikirkan benar-benar dalam memilih  dan mendapatkan sekolah yang diperkirakan  mampu memberikan  peluang baik baginya di kemudian hari.  Pandangan ini didasari oleh berbagai faktor, seperti faktor ekonomi, faktor sosial, dan harga diri (status dalam masyarakat). Akan tetapi,  dalam menentukan pilihan  sekolah  bagi banak-anaknya, banyak terjadi campur tangan orang tua terlalu besar. Hal itu sering  membawa akibat kegagalan dalam pendidikan  sekolah, karena anak terpaksa  mengikuti pelajaran  yang tidak sesuai dengan  pilihan dan minatnya.

4.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kehidupan

 Pendidikan dan Karier

 

a.      Faktor Sosial Ekonomi

 

Kondisi  sosial ekonomi keluarga  banyak menentukan perkembangan kehidupan pendidikan dan karier anak. Kondisi ini Secara tidak langsung keberhasilan orang tua merupakan “beban” bagi anak, sehingga dalam menentukan pilihan pendidikan tersirat untuk ikut mempertahankan kedudukan orang tua. Banyak anak berkemampuan intalektual tinggi tidak dapat menikmati pendidikan yang baik, disebabkan oleh keterbatasan kemampuan ekonomi orang tuanya.

Faktor ekonomi mencangkup  kemampuan ekonomi  orang tua dan kondisi ekonomi Negara (masyarakat). Yang pertama merupakan kondisi utama, karena meny6angkut kemampuan orang tua dalam membiayai pendidikan anaknya. Banyak anak  berkemampuan  intelektual  tinggi tidak dapat menikmati pendidikan  yang baik, disebabkan oleh keterbatasan kemampuan ekonomi orang tuanya.

b. Faktor Lingkungan

Yang dimaksud lingkungan di sini meliputi tiga macam.

1.      Pertama lingkungan kehidupan masyarakat, seperti lingkungan masyarakat perindustrian, pertanian, atau lingkungan perdagangan.

2.      Kedua  , lingkungan kehidupan rumah tangga, kondisi  sekolah  merupakan lingkungan yang langsung  berpengaruh terhadap kehidupan pendidikan dan cita-cita karier remaja. Lembaga pendidikan atau sekolah yang  baik mutunya, yang memelihara kedisiplinan cukup tinggi, akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan  sikap  dan prilaku  kehidupan pendiidkan anak dan pola pikirnya  dalam  menghadapi karier.

3.      Ketiga,  lingkungan kehidupan teman sebaya. Artinya pergaulan teman sebaya akan memberikan  pengaruh langsung terhadap kehidupan  pendidikan  masing-masing remaja. Lingkungan teman sebaya akan memberikan peluang bagi remaja ( laki-laki atau wanita ) untuk menjadi lebih matang.

c. Faktor Pandangan Hidup

pandangan hidup itu sendiri merupakan bagian yang terbentuk karena lingkungan. Pengejawatahan pandangan hidup tampak pada pendirian seseorang, terutama dalam menyatakan cita-cita hidupnya. Seseorang dalam memilih lembaga pendidikan dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang melatar belakangi.

 

 

5.Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pendidikan Dan Karier Terhadap Tingkah Laku Dan Sikap

Pada jenjang pendidikan dasar yang kurikulumnya masih sangat umum, banyak pandangan yang menyatakan bahwa sekolah itu kurang membawa manfaat bagi hidupnya, mereka (bergolongan ekonomi lemah) memandang bahwa sekolah sekolah tidak dapat memberikan pekerjaan baginya. Hal ini akan dipengaruhi sekali sikap mereka terhadap pendidikan sekolah tersebut.

6.Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pendidikan dan Karier

Tentang perkembangan intelek, bahwa pencapaian tingkat pendidikan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan atau IQ. Dalam kenyataannya IQ setiap individu berbeda-beda, maka hal ini akan berpengaruh terhadap pola kehidupannya dalam bidang pendidikan. Dengan demikian kehidupan pendidikan akan sangat bervariasi atau berbeda-beda seiring dengan perbedaan kemampuan berfikir atai IQ.

7. Upaya Pengembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier

Menghadapi tiga lingkungan pendidikan yang berbeda-beda, dapat menyebabkan peserta didik mengalami kebingungan untuk mengikutinya. Pertentangan dan atau perbedaan norma antara masing-masing lingkungan amat besar kemungkinan akan terjadi. Untuk itu, hubungan antara ketiga pelaksanan pendidikan itu satu sama lain harus mengadakan pendekatan untuk mencapai keharmonisan program.

a. perkembangan karier remaja 

            Perkembangan karier remaja menurut Ginzbierg ada pada periode pilihan tentaif (11-17 thn) ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan yang akan dikerjakannya dimasa yang akan mendatang. Periode tentative itu terbagi dalam:

1.tahap minat (11-12 thn)

            Remaja sudah mulai mempunyai rencana dan kemungkinan pilihan karier yang didasari oleh minat dan bakatnya. Anak belajar tentang apa yang dia suka dan anak melakukan secara tentative atas dasar factor-faktor subjektif , belum secara objektif.

2. tahap kapasitas (12-14 thn)

            Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemampuan pribadi sebagai pertimbangan dalam memilih rencana kariernya. Selain itu remaja pada tahap ini mulai mengidentikkan dirinya dengan tokoh idolanya.

3. tahap nilai (15-16 thn)

            Remaja telah mulai menganggap penting peranan nilai pribadi dalam proses pemilihan karier. Dimana anak mulai tahu akan kemampuan dirinya sendiri , sadar akan gaya hidup , dan mulai menganggap waktu adalah hal yang sangat penting

4. tahap transisi (17-18 thn)

            Pada tahap ini remaja bergerak dari pemikiran yang masih dipinggir ke pemikiran yang lebih sentral yaitu remaja tersebut mulai berpikir cepat , konkret , dan realistis terhadap pekerjaan yang akan ditekuninya.

            Pada periode ini remaja telah memasuki tahap eksplorasi yaitu mencari beberapa alternative pekerjaan yang cocok , dan tahap kristalisasi yaitu telah memilih suatu karier. Tahap akhir dari perkembangan seseorang yaitu ia telah memiliki pekerjaan yang mantap dengan tugas dan posisi yang spesifik.

b. masalah yang akan dihadapi

            Masalah dan hambatan yang dihadapi remaja berasal dari dalam dirinya sendiri , luar , lingkungan , dan gabungan dari factor-faktor tersebut. Masalah yang datang dari dalam dirinya sendiri yaitu terjadi apabila minat yang ia miliki kurang sesuai dengan bakat yang dimilikinya dan factor dari luar apabila keinginan seorang anak bertentangan dengan keinginan orang tuanya sehingga sering timbul konflik atau pertentangan dengan orang tuanya. Untuk menghadapi kesulitan-kesulitan remaja dapat diatasi dengan melakukan hal-hal seperti berikut:

a.      Pelajari diri sendiri , karena bakat seseorang akan dia sadari sendiri dimana bakatnya , kemampuan , serta kepribadian yang ia miliki

b.      Dibidang apa individu itu merasa paling nyaman

c.       Tulis rencana dan cita-cita secara formal

d.      Biasakan diri dengan pekerjaan yang diminati

e.      Tinjau dan bicarakan tinjauan rencana karier dengan orang lain

f.        Jika ternyata karier yang dipilih tidak cocok , hentikan

Dalam system pendidikan nasional Indonesia , remaja dapat dibantu dalam memilih kariernya melalui bimbingan karier pada tingkat SLTP dan SLTA yang meliputi:

a.      Pemahaman diri : bakat , minat , keterampilan dan ciri-ciri pribadi

b.      Pemahaman lingkungan : lingkungan pribadi , sekolah , dan pekerjaan

c.       Cara mengatasi masalah dan hambatan dalam perencanaan dan pemilihan karier

d.      Perencanaan masa depan

e.      Usaha penyaluran , penempatan , pengaturan , dan penyesuaian

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

Flag Counter

JAM

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

%d blogger menyukai ini: