//
you're reading...
Uncategorized

SIFAT HAKEKAT MANUSIA

aku9Oleh : Imam Mustaqim, S.Pd.I.,M.Pd

Sifat hakekat manusia menjadi kajian antropologi, yang hasilnya sangat diperlukan dalam upaya menumbuh kembangkan potensi, manusia melalui penyelenggaraan pendidikan.

1. Sifat hakekat manusia

merupakan ciri-ciri yang karakteristik, yang secara principal membedakan manusia dengan hewan, walaupun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama secara biologis (lihat orang hutan).

Karenanya banyak filsuf menamakan manusia identik dengan heawan seperti : Socrates, menyebut manusia Zoon Politico (hewan yang bermasyarakat); Max Schaller ; menyebutkan : Das Krantetier (Hewan Ynag Selalu Bermasalah); demikian pula Charles Darwin dengan teori evolusinya telah membuktikan bahwa manusia berasal dari kera (Primat) tetapi dia gagal yang disebutnya dengan The Missing Link.

2. Wujud sifat Manusia

  1. Kemampuan Menyadari diri

Dengan kemampuan menyadari diri :

  • manusia dapat membedakan dirinya dengan manusia lain (ia, mereka) dan dengan lingkungan non manusia (fisik).
  • Manusia dapat membuat jarak dengan manusia lain dan lingkungannya. Manusia memiliki arah pandangan kedalam dan keluar.
  • Pandangan arah kedalam, akan memberi status lingkungan sebagai subyek berhadapan dengan aku sebagai obyek. (Penting untuk pengembangan sosial)
  • Pandangan arah keluar, memandang lingkungan sebagai obyek, aku sebagai obyek yang memanipulasikan lingkungan untuk aku, berpuncak pada egoisme. (Penting untuk pengembangan individualitet).
  • Dalam pendidikan kedua arah tersebut harus dikembangkan secra seimbang.

3. Kemampuan Bereksistensi

·         Kemampuan bereksistensi dimaksudkan manusia tidak hanya “ber-ada” (seperti hewan dan tumbuhan) tetapi juga “meng-ada” , dimana manusia tidak hanya bagian lingkungan seperti hewan dan tumbuhan tetapi manusia menjadi manajer lingkungan (mengolah, mengendalikan).

·         Kemampuan bereksistensi harus dikembangakan sejak dini, kreatifitas, keberanian, dan lain-lain.

4. Kata Hati (Consuence of Man)

·         Kata hati juga disebut dengan istilah : hati nuranu, lubuk hati, suara hati, pelita hati dan lain sebagainya. Yang berarti kemampuan pada diri manusia untuk mengetahui baik buruknya perbuatan manusia termasuk pula kemampuan pengambilan keputusan atas dasar pertimbangan benar/salah, analisis yang didukung kecerdasan akal budi. Mereka yang memiliki kemampuan seperti tersebut diatas disebut tajam kata hatinya.

·         Pendidikan untuk mengubah kata hati tumpul. Menjadi tajam ditempuh dengan melatih kecerdasan dan kepekaan emosi.

5. Kecerdasan Moral

·         Moral (etika), sinkron dengan kata hati yang tajam, yang benar-benar baik yang disebut juga dengan moral yang tinggi (luhur).

·         Moral bertalian erat dengan keputusan kata hati, dan nilai-nilai kemanusiaan.

6. Tanggung Jawab

·         Kesediaan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang berwujud tanggung jawab, kepada diri sendiri, masyarakat dan Tuhan.

·         Keberanian untuk menentukan bahwa sesuatu perbuatan dilakukan sesuai dengan tuntutan kodrat manusia, sehingga sanksi adapun yang di tuntutkan di terima dengan kerelaan dan kesadaran.

7. Rasa Kebebasan

·         Rasa bebas, bukan dimaksud perbuatan bebas membabi buta, bebas dalam arti, berbuat sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia merdeka tdk sama dgn berbuat tanpa ikatan, kemerdekaan yg sesungguhnya justru berlangsung dlm keterikatan karenanya, kemerdekaan erat kaitannya dgn kata hati dan moral orang merasa merdeka apabila perbuatannya sesuai dengan kata hatinya.

·         Implikasinya dlm pdd, mengusahakan agar anak menginternalisasikan nilai-nilai aturan kedalam dirinya dan dirasakan sbgai miliknya.

8. Kewajiban dan Hak

·         Kewajiban dan hak, merupakan indicator bahwa manusia sebagai mahluk sosial.

·         Dalam kehidupan hak dimaknai sebagai sesuatu yang menyenangkan, sedangkan kewajiban dimaknai sebagai beban. Tapi menurut (Drijar Kara, 1978) kewajiban bukan beban, tetapi keniscayaan sebagai manusia, mengenal berarti mengingkari kemanusiaan, sebaliknya melaksanakan kewajiban berarti kebaikan.

·         Pemenuhan akan hak dan pelaksanaan kewajiban berkaitan erat dengan keadilan, dapat dikatakan kedilan terwujud bila hak sejalan dengan kewajiban.

·         Kemampuan menghayati kewajiban sebagai keniscayaan tidak lahir dengan sendirinya, tetapi melalui suatu proses pendidikan (disiplin).

9. Kemampuan Menghayati Kebahagiaan

·         Kebahagiaan istilah yang sulit dijabatkan dgn kata-kata, tetapi tdk sulit dirasakan setiap orang pasti pernah mengalami rasa bahagia (senang, gembira dan lain sebagainya).·

·         Kebahagiaan milik manusia : kebahagiaan dpt dicapai apabila manusia dapat meningkatkan kualitas hubungannya sbg mahluk dgn dirinya sendiri (memhami kelebihan &kekurangannya); dgn alam (untuk eksploitasi dan dilestarikan); & terhadap Tuhan Maha Pencipta.·

·         Pdd mempunyai pranan yg penting sbg wahana untuk mengantar anak mencapai kebahagiaan.

Dimensi-Dimensi Kepribadian

Ada 4 (empat) macam dimensi manusia :

  1. Dimensi Keindividualan

Banyak ahli berpendapat tentang individu :

·         Lysen mengertikan individu sebagai “orang seorang”, sesuatu yang merupakan kebutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in divide).

·         Langeveld M.J (1995), mengertikan tidak ada individu yang identik dimuka bumi walaupun berasal dari satu sel. Setiap orang memiliki individualitas.

·         Kecendrungan perbedaan ini sudah berkembang sejak usia dini. Selanjutnya berkembang bahwa setiap anak memiliki pilihan, sikap kemampuan, bakat minat yang berbeda.

·         Keberadaan tersebut bersifat potensial perlu ditumbuh kembangkan melalui pendidikan juka tidak ia akan laten dalam pembentukan kepribadian yang bersifat unik dalam menentukan dirinya sendiri.

  1. Dimensi Kesosialan

·         Manusia disamping sebagai mahluk individual, dia juga mahluk sosial. Socrates mengatakan manusia adalah “Zoon Politicon” (Mahluk/hewan yang bermasyarakat).

·         Dimensi kesosialan pada manusia tampak jelas pada dorongan untuk bergaul manusia tidak dapat hidup seorang diri (terisolir). Manusia hanya akan menjadi manusia jika berada di antara manusia. Individualitas manusia terbentuk melalui proses interaksi (pendidikan).

  1. Dimensi Kesusilaan

·         Manusia adalah mahluk susila. Dritarkara mengatakan manusia susila, yaitu manusia yang memiliki nilai-nilai, menghayati, dan mewujudkan dalam perbuatan.

·         Nilai-nilai adalah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia, mengandung makna kebaikan, keluhuran kemuliaan dan dijadikan pedoman hidup.

·         Pendidikan kesusilaan berarti menanamkan kesediaan memikil kewajiban disamping hak.

  1. Dimensi Keberagaman

·         Manusia ;mahluk religius. Sejak zaman dahulu nenek moyang manusiameyakini akan adanya kekuatan supranatural yg mnguasai hidup alam semesta ini. Utk mendekatkan diri brkomunikasi dgn kekuatan tsb ditempuh dgn ritual agama.

·         Beragama mrupakan kbutuhan mansia, karena manusia adlah mahluk yg lemah memerlukan tempat bertopang demi keselamatan hidupnya. Agama sbg sandaran vertikal manusia.

·         Pnanaman sikap &kbiasaan bragama dimulai sedini mungkin, yg melaksanakan dikeluarga & diljutkan mlalui pmberian pdd agama disekolah.

Pengembangan Dimensi-dimensi Manusia

·         Pendidikan adalah upaya sadar untuk mengaktualisasikan potensi dimensi-dimensi secara total dan maksimal.

·         Meskipun pendidikan pada dasarnya baik (normatif) tapi dalam pelaksanaan bisa saja kemungkinan kesalahan, melenceng dari tujuan utama. Untuk itu digunakan pendekatan pengembangan yang bersifat :

Pendekatan pengembangan yang bersifat

  1. Pengembangan yang utuh

1)      Tingkat keutuhan perkembangan dimensi manusia ditentukan oleh 2 faktor :

a.      Kualitas potensi tingkat manusia.

b.      Kualitas layanan pendidikan yang diberikan untuk pengembangannya.

2)      Wujud kebutuhan pengembangan dapat ditinjau dari :

a.      Keutuhan antara aspek jasmani rohani, keutuhan antara dimensia individu dan sosial, kesusilaan dan keberagamaan, antara aspek kognitif afektif psikomotor.

3).  Arah pengembangannya

·         Arah konsentris

·         Pengembangan keempat dimensi hakekat manusia tidak dipisahkan.

·         Arah horizontal

·         Pengembangan hakekat dimensi manusia dilaksanakan secara serempak.

ooo

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

Flag Counter

JAM

Oktober 2013
S S R K J S M
« Jun   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: