//
you're reading...
Uncategorized

Aspek – Aspek Perkembangan Remaja

oleh : Imam Mustaqim, S.Pd.I, M.Pd

  1. 1.      Asek fisik.

Secara fisik masa remaja ditandai dengan matangnya organ-organ seksual dimana remaja pria mengalami pertumbuhan pada organ testis dan kelenjar prostart, matangnya organ-organ ini memungkinkan remaja pria mengalami mimpi basah, sementara remaja wanita ditandai dengan tumbuhnya rahim, vagina dan ovarium yang bisa menghasilkan sel telur yang membuat remaja putri mengalami haid.

  1. 2.      Aspek intlektual (kognitif)

Masa remaja sudah mencapai tahap perkembangan berpikir oprasional formal, tahap ini ditandai dengan kemampuan berfikir afstrak (seperti memecahkan persamaan aljabar), idealistik (seperti berpikir tentang ciri-ciri ideal dirinya, orang lain dan masyarakat), dan logis (seperti menyusun rencana untuk memecahkan masalah).Tipe pemikiran logis ini.oleh plaget disebut juga pemikiran deduktif hipotatik (hypotatical-deductivereasoning),yaitu kemampuan koqnitif untuk mengembangkan hipotesis (dugaan-dugaan terbaik) tentang cara-cara memecahkan masalah dan mengambil kesimpulan. Tahap berpikir oprasional formal ini ditandai juga dengan ciri-ciri:

  1. Cara berpikir yang tidak sebatas disini dan sekarang
  2. Kemampuan berpikir hipotetik
  3. Kemampuan melakukan eksplorasi dan ekspansi pemikiran, horizon berpikirnya semangkin luas seperti aspek-aspek sosial, moralitas dan keadilan
  4. 3.      Aspek emosi.

Masa remaja merupakan puncak emosionalitas, pertumbuhan organ-organ seksual mempengaruhi emosi atau perasaan-perasaan baru yang belum dialami sebelumnya, seperti rasa cinta, rindu dan keinginan berkenalan lebih intim dengan lawan jenis. Pada usia remaja awal ( MTS), perkembangan emosinya menunjukkan sifat yang sensitif dan kritis yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial ,emosi yang sering bersifat negatif dan tempramental atau mudah tersinggung, marah dan sedih, kondisi ini terjadi terutama bila remaja itu hidup dilingkungan yang kurang harmonis.

  1. 4.      Aspek sosial.

Pada masa ini berkembang “sosial cognition” yaitu kemampuan untuk memahami orang lain, kemampuan ini mendorong remaja untuk menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya, masa ini juga ditandai dengan berkembangnya sikap”comformity” yaitu kecendrungan untuk meniru, mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, atau keinginan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan remaja yang nakal, menjadi pecandu NAPZA, meminum minuman keras, free sek atau berprilaku kriminal, ini disebabka pada saat remaja itu mencontoh, dia kurang memperhitungkan baik buruknya sesuatu tindakan yang akan dilakukan, tapi pada saat remaja sudah menanjak dewasa maka kemampuan untuk menirunya berkurang karena kemampuan untuk berpikir sudah semangkin matang.

5. Aspek kepribadian.

Masa remaja merupakan saat berkembang self identity ( kesadaran akan identitas atau jati diri), remaja dihadapkan kepada berbagai pertanyaan:

Siapa saya ?

Apa peran saya …?

Mengapa saya harus melakukan….?

Apa bila remaja memahami dirinya, peran-peranya dalam kehidupan maka dia akan menemukan jati dirinya dalam arti lain dia akan memiliki kepribadan yang sehat sebaliknya apa bila ia gagal maka ia akan mengalami kebingungan atau kekacauan sehingga ia cendrung memiliki kepribadian yang kurang sehat. Remaja yang mempunyai kepribadian yang kurang sehat dia cendrung untuk melakukan tindakan – tindakan atau prilaku yang menyimpang yang keluar dari aturan-aturan norma baik itu norma sosial maupun norma hukum seperti:

remaja pria rambutnya di cat merah, memakai anting-anting, memakai gelang dan kalung, pakaian compang camping, bertato, merokok narkoba dan minumminumam keras  Prilaku nakal atau aneh-aneh itu berkembang karena dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya orang tua tidak memberikan ketauladanan dalam berakhlak mulia atau pengamalan ajaran agama, orang tua bersikap bebas, otoriter, maka anak mengalami pola asuh yang salah.

6. Aspek Kesadaran beragama

Pilkunas (1976) mengemukakan pendapat william kay.yaitu bahwa tugas utama prkembangan remaja adalah memperoleh kematangan system moral untuk membimbing perilakunya.Kematangan remaja belumlah sempurna,jika tidak memiliki kode moral yang dapat diterima secara universal. Pendapat ini menunjukan tentang pentingnya remaja memiliki landasan hidup yang kokoh, yaitu nilai-nlai moral, terutama yang bersumber dari agama.Terkait dengan kehidupan beragama remaja, ternyata mengalami proses yang cukup panjang untuk mencapai kesadaran beragama yang diharapkan. Kualitas kesadaran beragama remaja sangat diperbaharui oleh kualitas pendidikan atau pengalaman keagamaan yang diterimanya sejak usia dini, terutama di lingkungan keluarga.Proses kesadaran beragama remaja itu dipaparkan pada uraian berikut.

  1. a.      Masa Remaja Awal (usia 13-16 tahun)

Pada masa ini terjadi perubahan jasmani yang cepat,yaitu dengan mulai tumbuhnya ciri-ciri keremajaan yang terkait dengan matangnya organorgan seks, yaitu:ciri primer (menstruasi pada anak wanita,dan mimpi pertama pada anak pria), ciri sekunder (tumbuhnya kumis, jakun, dan bulu-bulu disekitar kemaluan pada remaja pria dan membesarnya buah dada/payu dara, membesarnya pinggul, dan tumbuhnya bulu-bulu disekitar kemaluanpada remaja wanita).

Pertumbuhan fisik yang terkaitan dengan seksual ini mengakibatkan keguncangan emosi, kecemasan, dan kehawatiran pada diri remaja.

Bahkan lebih jauhnya kondisi ini dapat mempengaruhi kesadaran beragamanya, apalagi jika remaja kurang mendapatkan pengalaman atau pendidikan agama sebelumnya, penghayatan rohaninya cenderung acuh tak acuh, cuek sehingga muncul keengganan atau kemalasan untuk melakukan berbagai ibadah ritual, seperti ibadah shalat.

Kegoncangan dalam beragama ini bisamuncul karena adanya faktorfaktor :

1). Internal

Faktor internal terkait dengan matangnya organ-organ sek ini mendorong remaja untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun disisi lain dia tahu bahwa perbuatan itu dilarang oleh agama hal inilah yang membuat konflik didalam diri remaja dimana konflik ini kalau tidak cepat diselesaikan maka remaja akan jatuh keperbuatan nista. Remaja juga punya keinginan untuk hidup bebas dimana dia tidak mau terikat dengan norma-norma keluaraga, sekolah ataupun agama, bila orang tua dan guru tidak memahami dan melakukan pendekatan secara bijak maka sikap atau prilaku itu akan berdampak negatif terhadap pribadi remaja seperti

membandel, menentang, menyendiri atau acuh tak acuh

2). Eksternal

Terkait dengan sosial aspek-aspek perkembangan kehidupan sosial budaya dalam masyarakat yang tidak jarang bertentangan dengan nilai-nilai agama namun sangat menarik minat remaja untuk mencobanya seperti beredarnya film-film VCD-VCD atau foto-foto porno, pemjualan minuman-minuman keras dan alat-alat kontrasepsi yang bebas, semangkin maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

  1. b.      Masa remaja akhir (usia 17-21)

Secara psikologis pada masa ini emosi remaja sudah mulai stabil dan pemikirannya mulai matang, dalam kehidupan beragama remaja sudah melibatkan diri kedalam kegiatan-kegiatan keagamaan . Remaja sudah dapat membedakan agama sebagai ajaran dengan manusia sebagai penganutnya dimana ada yang taat ada yang tidak taat, Kemampuan ini memungkinkan remaja untuk tidak terpengaruh oleh orang-orang yang mengaku beragama namun tidak melaksanakan ajaran agama atau prilakunya bertentangan dengan nilai agama. Remaja dapat menilai bahwa bukan ajaranya yang salah tapi orangnyalah yang salah.

Dalam mewujudkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu, maka remaja seharusnya mengamalkan nilai-nilai akidah, ibadah dan akhlakulkarimah.

C. Tugas – Tugas Perkembangan Remaja

Tugas – tugas perkembangan ( developmental tasks), terkait dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan (perbuatan atau tingkah laku) yang seyogianya dimiliki oleh setiap siswa sesuai dengan fase perkembangannya, dalam arti setiap kelompok budaya diharapkan peran anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting memperoleh pola perilaku yang disetujui bagi berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.

Munculnya tugas-tugas perkembangan bersumber pada faktor-faktor berikut:

  1. Kematangan fisik misalnya (1) belajar berjalan karena kematangan otot-otot kaki dan (2) belajar bergaul dengan jenis kelamin yang berbeda pada masa remaja, karena kematangan hormone seksual.
  2. Tuntutan masyarakat secara cultural misalnya:( 1) belajar membaca, (2) belajar menulis, (3) belajar berhitung dan (4) belajar berorganisasi.
  3. Tuntutandari dorongan dan cita-cita siswa itu sendiri misalnya: (1) memilih pekerjaan, (2) memilih teman hidup.Tuntutan norma agama, misalnya: (1) taat beribadah kepada Allah, dan (2) berbuat baik kepada sesama manusia.

 

Tugas- tugas perkembangan remaja adalah sebagai berikut :

  1. Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya seperti kecantikan, keberfungsian, dan keutuhan.
  2. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figur-figur yang mempunyai otoritas ( mengembangkan sikap respek terhadap orang tua dan orang lain)
  3. Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal (tulisan dan lisan)
  4. Mampu bergaul teman sebaya atau orang lain secara wajar.
  5. Menemukan manusia model yang dijadikan pusat identifikasi.
  6. Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuan sendiri.
  7. Memperoleh self- control atas dasar skala nilai, prinsip-prinsip atau falsafah hidup.
  8. Mampu meningalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap dan prilaku) yang kekanak-kanakan.
  9. Bertingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
  10. Mengembangkan keterampilan intelaktual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga Negara.
  11. Memilih dan mempersiapkan karier (pekerjaan)
  12. Memiliki sikap positif terhadap pernikahan dan hidupan Keluarga (meyakini bahwa pernikahan merupakan satu-satunya jalan yang menghalalkan hubungkan seksual pria dan wanita.
  13. Mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

Terkait dengan masalah-maslah remaja penulis menyimpulkan ada beberapa kategori masalah-masalah remaja yang sangat perlu diperhatikan antara lain :

1.Masalah pribadi.

  1. Kurang untuk mempelajari motifasi agama
  2. kurang memahami agama sebagai pedoman hidup
  3. Kurang menyadari bahwa setiap perbuatan manusia diawasi Tuhan
  4. Masih merasa malas untuk melaksanakan shalat.
  5. Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur
  6. Masih memiliki kebiasaan berbohong
  7. Masih memiliki kebiasaan menyontek
  8. Kurang berdisiplin
  9. Masih kekanak-kanakan
  10. Belum dapat menghormati orang tua secara ikhlas
  11. Masih kurang mampu menghadapi situasi frustasi
  12. Masih kurang mampu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang
  13. Masih suka melakukan suatu perbuatan tanpa mempertimbangkan baikburuknya, atau rugi-ruginya
  14. Kurang merasa bangga terhadap keadaan sendiri (merasa rendah diri)

2. Masalah Sosial

  1. Kurang menyenangi kritikan orang lain
  2. Kurang memahami tata krama pergaulan
  3. Kurang berminat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial
  4. Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis
  5. Sikap kurang posistif terhadap pernikahan
  6. Sikap kurang positif terhadap hidup berkeluarga

3. Masalah belajar

  1. Kurang memiliki kebiasaan belajar yang baik
  2. Kurang memahami cara belajar yang efektif
  3. Kurang memahami cara membaca buku yang efektif
  4. Kurang memahami cara mengatasi kesulitan belajar
  5. Kurang memahami cara membagi waktu belajar
  6. Kurang menyenangi mata pelajaran tertentu

4. Masalah karir

  1. Kurang memahami cara memilih program studi
  2. Kurang mempunyai motivasi untuk mencari informasi tentang karir
  3. Masih bingung memilih pekerjaan
  4. Merasa cemas untuk mendapat pekerjaan setelah lulus
  5. Belum memiliki pilihan perguruan tinggi tertentu, jika setelah lulus tidak masuk dunia kerja

 

 

000000

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

Flag Counter

JAM

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: