//
you're reading...
Uncategorized

Fase dan Tugas Perkembangan

oleh : Imam Mustaqim, S.Pd.I., M.P.d

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa teori-teori yang ada dapat digolongkan menjadi 3 macam yakni :

1. Fase berdasarkan Biologis

2. fase berdasarkan Didaktis

3. Fase berdasarkan Psikologis


I. Fase berdasarkan Biologis

Yang dimaksud dengan fase berdasarkan biologis adalah : para ahli mendasarkan bahasanya pada kondisi atau proses pertumbuhan biologis anak. Yang termasuk kelompok ini antara lain :

  1. Menurut Kretschmer, bahwa perkembangan anak terbagi menjadi 4 fase, yaitu :
  • Fullungs periode I : umur 0 : 0 – 3 = o, pada masa ini dalam keadaan pendek, gemuk, bersifat terbuka, mudah bergaul dan mudah didekati.
  • Strecungs periode I : umur 3 : 0 – 7 : 0, kondisi badan anak tampak langsing (tidak begitu gemuk) biasanya sikap anak tertutup, sukar bergaul dan sukar didekati.
  • Fullungs periode II : umur 7 : 0 – 13 : 0, keadaan fisik anak kembali gemuk.
  • Strecungs periode II : umur 13 : 0 – 20, keadaan fisik anak kembali langsing.
  • Fase I : umur 0-7 disebut masa nak kecil, kegiatan anak waktu ini hanya bermain.
  • Fase II : umur 7-14, masa sekolah, dimana anak mulai belajar di sekolah dasar.
  • Fase III : umur 14-21, disebut masa remaja atau pubertas, masa ini adalah masa peralihan (transisi)dari anak menjadi dewasa.
  1. Menurut Aristoteles, bahwa perkembangan anak terbagi dalam 3 fase, yaitu :

c. Sigmud Freud, membagi perkembangan anak menjadi 6 fase , yaitu :

  • fase Oral : 0-1 : pada fase ini mulut merupakan sentral pokok keaktifan yang dinamis.
  • fase anal : 1-3 : dorongan dan tahanan berpusat pada alat pembuangan kotoran.
  • fase phalis : 3-5 : pada fase ini alat kelamin merupakan daerah organ paling perasa.
  • fase Latent : 5-12/13 : impuls-impuls cenderung berada pada kondisi tertekan.
  • fase pubertas : 12/13-20: fase ini impuls-impuls (dorongan kembali menonjol).
  • fase Genital : umur 20 ke atas : seseorang telah sampai pada awal dewasa.

d. Jasse Feiring Williams. Ia membagi perkembangan anak dengan :

  • Masa nursery dan kendergarden 0-6
  • Masa cepat memperoleh kekuatan/tenaga 6-10
  • Masa cepat perkembangan tubuh 10-14
  • Masa adolesen 14-19 masa perubahan pola dan kepentingan dan kemampuan anak dengan cepat.

Fase berdasarkan Dedaktis

Yang dimaksud dari tinjauan ini adalah dari segi keperluan/materi apa kiranya yang dapat diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu, serta memikirkan tentang metode yang paling efektif untuk diterapkan dalam mengajar atau mendidik anak pada masa tertentu.Paraahli yang termasuk dalam kelompok ini antara lain :

  1. Johann Amos Comenius (Komensky)
  • Scola maternal (sekolah ibu) usia 0-6, anak menggambarkan organ tubuh dan panca indera di bawah asuhan ibu (keluarga).
  • Scole vermacula (sekolah bahasa ibu) usia 6-12, mengembangkan pikiran, ingatan dan perasaannya di sekolah dengan menggunakan bahasa daerah (bahasa ibu)
  • Scolalatina(sekolah bahasa latin) masa anak mengembangkan potensinya terutama daya intelektualnya dengan bahasa asing, pada usia 12-18.
  • Academia (akademi) adalah pendidikan yang tepat bagi anak usia 18-14 tahun.
  • Usia 0-2 tahun : masa asuhan (nursery)
  • Usia 2 –12 tahun : masa pentingnya pendidikan jasmani dan alat-lat indera.
  • Usia 12-15 tahun : masa berkembangnya fikiran dan juga pubertas.
  • Usia 15-20 tahun : masa pentingnya pendidikan serta pembentukan watak, kesusilaan, juga pembinaan mental agama.
  • 1-7 tahun : masa penerimaan dan pengaturan rangsangan dari dunia luar melalui alat indra.
  • 7-12 tahun : masa abstrak, dimana anak mulai memperhatikan masalah kesusilaan, mulai fungsi perasaan ethisnya.
  • 12-18 tahun : masa penemuan diri serta kepuasan terhadap masalah-masalah sosial.
  • 18-24 tahun : masalah pendidikan di perguruan tinggi melatih anak akan kepentingan realitas dunia.
  1. Jean Jacques Rousseau. Dalam karyanya “Emile eu du I’education”, memuat tahapan perkembangan anak antara lain :
  1. Maria Montessori, membaginya dengan :

Periode Berdasarkan Psikologis

Paraahli membahas perkembangan jiwa anak, orientasi dari sudut pandang psikologis.
a. Pendapat Kroh

  • Dari lahir hingga Trotz periode I disebut masa anak-anak awal (0-3/4 tahun)dari Trotz periode I hingga Trotz periode II disebut masa keserasian bersekolah (3, 0/4-12/13)
  • Dari Trotz periode II hingga akhir masa remaja disebut masa kematangan(12/13-21).

b. Charlotte Buhler, membagi perkembangan anak menjadi 5 fase :

  • Fase I (0-1) perkembangan sikap subyektif menjadi obyektif
  • Fase II (I-4) makin luasnya hubungan dengan benda-benda sekitarnya atau mengenal benda-benda secara subyektif.
  • Fase III (4-8) masa pemasukan diri pada masyarakat secara obyektif, adanya hubungan sosial.
  • Fase IV (8-13)munculnya minat ke dunia obyek sampai pada puncaknya, ia mulai memisahkan diri dari orang lain dan disekitarnya secara sadar.
  • Fase V (13-19) masa penemuan diri dan kematangan yakni synthesa sikap subyektif dan obyektif.

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

Flag Counter

Waktu Kini

INGAT WAKTU

Mei 2011
S S R K J S M
« Apr   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: