//
you're reading...
Uncategorized

SILABUS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

DESKRIPSI MATA KULIAH

Santrock Yussen (1992) mengatakan bahwa perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Pendapat ini sangat tepat untuk menjelaskan pengertian perkembangan. Manusia berkembang tidak hanya dari masa kelahiran saja tetapi dari masa konsepsi manusia sudah mulai berkembang. Masa konsepsi mempunyai arti waktu dimana sel telur (ovum) bertemu sperma. Pada saat itu pula manusia berkembang hingga mempunyai bagian-bagian tubuh yang lengkap. Perkembangan manusia akan terus berlanjut sampai saat pengambilan ruh tiba. Semua makhluk Tuhan tidak akan tahu kapan perkembangan dalam dirinya itu terhenti. Menurut E.B Hurlock perkembangan bersifat kualitatif dan kuantitatif, artinya proses perkembangan ada yang dapat diukur dan adapula yang tidak dapat diukur. Misalnya perkembangan otak manusia tidak dapat kita lihat proses perkembangannya, yang kita lihat adalah gejala-gejalanya. Demikian pengertian dari perkembangan itu sendiri.

Selanjutnya pengertian pertumbuhan menurut Drs. H. M. Arifin, M.Ed, pertumbuhan merupakan suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif serta bagian-bagiannya. Dalam pengertian tersebut dapat kita ambil gagasan bahwa manusia dikatakan mengalami pertumbuhan jika dalam dirinya terjadi penambahan fisik, misalnya bertambah tingginya tubuh individu, penambahan berat badan dan ukuran bentuk dari bagian-bagian tubuh individu. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan bersifat kuantitatif.

Santrock Yussen (1992) mengatakan bahwa perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi. Pendapat ini sangat tepat untuk menjelaskan pengertian perkembangan. Manusia berkembang tidak hanya dari masa kelahiran saja tetapi dari masa konsepsi manusia sudah mulai berkembang. Masa konsepsi mempunyai arti waktu dimana sel telur (ovum) bertemu sperma. Pada saat itu pula manusia berkembang hingga mempunyai bagian-bagian tubuh yang lengkap. Perkembangan manusia akan terus berlanjut sampai saat pengambilan ruh tiba. Semua makhluk Tuhan tidak akan tahu kapan perkembangan dalam dirinya itu terhenti. Menurut E.B Hurlock perkembangan bersifat kualitatif dan kuantitatif, artinya proses perkembangan ada yang dapat diukur dan adapula yang tidak dapat diukur. Misalnya perkembangan otak manusia tidak dapat kita lihat proses perkembangannya, yang kita lihat adalah gejala-gejalanya. Demikian pengertian dari perkembangan itu sendiri.

Mata kuliah PPD ( Perkembangan Peserta Didik) merupakan mata kuliah dasar kependidikan pada program S 1 kependidkan. Selesai mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan mengaplikasikan dalam pendidikan tentang (1) konsep perkembangan, mencakup : (a) konsep perkembangan dalam kontelasi psikologi dan pendidikan, serta (b) pengertian, prinsip, pendekatan, dan tahapan perkembangan; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan; (3) konsep dan tugas perkembangan berdasarkan tahapan perkembangan; (4) karakteristik perkembangan psikofisik peserta didik, mencakup (a) perkembangan fisik dan psikomotorik, (b) kognitif, (c) bahasa, (d) sosiomosional, (e) moral dan religi, (f) kemandirian, dan (g) perkembangan karier; serta (5) permasalahan remaja.

Pelaksanaan perkuliahan menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk ceramah dan tanya jawab yang dilengkapi dengan penggunaan LCD, serta pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, serta diskusi dan pemecahan masalah serta penyelesaian tugas-tugas individu.

Penilaian terhadap penguasaan mahasiswa atas materi pembelajaran, selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas, penyajian dan diskusi, serta aktivitas di kelas.

Buku sumber utama tediri atas : Newman & Newman. 2008. Development Through Life : A Psychosocial Approach; Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan; Amin Budiamin, Dedi Herdiana Hafid, dan Daim. 2008. Perkembangan Peserta Didik: Bahan Belajar Mandiri PGSD; Abin Syamsuddin M. 2006. Psikologi Kependidikan; Syamsu Yusuf. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja; Nandang Budiman. 2005. Memahami Perkembangan Anak Sekolah Dasar; Lemer, R.M. 1983. Human Developmet ; A Life Span Perspective.

 

                     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

SILABUS

  1. 1.                  Identitas Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah                  : Perkembangan Peserta Didik

Kode Mata Kuliah                   : GIN 121

Jumlah sks                               : 2 sks

Semester                                 : 2

Kelompok mata kuliah            : MKDP

Program Studi                         : S1 Kependidikan

Prasyarat                                 : —

Dosen                                      : Tim Dosen MKDP Perkembangan Peserta Didik

  1. 2.                  Tujuan

Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan mengaplikasikannya dalam pendidikan tentang konsep perkembangan, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan, karakteristik perkembangan psiko-fisik peserta didik, dan permasalahan anak/remaja.

  1. 3.                  Desripsi Isi

Dalam perkuliahan ini dibahas tentang (1) konsep perkembangan, mencakup : (a) konsep perkembangan dalam kontelasi psikologi dan pendidikan, serta (b) pengertian, prinsip, pendekatan, dan tahapan perkembangan; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan; (3) konsep dan tugas perkembangan berdasarkan tahapan perkembangan; (4) karakteristik perkembangan psiko-fisik peserta didik, mencakup (a) perkembangan fisik dan psikomotorik, (b) kognitif, (c) bahasa, (d) sosiomosional, (e) moral dan religi, (f) kemandirian, dan (g) perkembangan karier; (5) permasalahan remaja serta implikasinya dalam pendidikan.

  1. 4.                  Pendekatan pembelajaran

Pendektan yang digunakan adalah ekspositori dan inkuiri. Ada pun metode, tugas, dan media yang digunakan sebagai berikut.

  1. Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemecahan masalah
  2. Tugas : laporan makalah, penyajian, dan diskusi
  3. Media : OHP, LCD/ power point
  4. 5.                  Evaluasi

Unsur penilaian terdiri atas :

  1. Aktivitas kelas (5%)
  2. Makalah dan Penyajian serta tugas  (30%)
  3. UTS (30%)
  4. UAS (35%)

POKOK BAHASAN dan SUB POKOK BAHASAN

PERTEMUAN HARI/TGL PERKULIAHAN

BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

PERTEMUAN

HARI TANGGAL
Pengantar Perkuliahan

Identitas. tujuan, deskripsi isi, pendekatan,

penilaian, materi perkuliahan.

1

Rabu, 27 maret 2013
Karakteristik dan perkembangan individu

  1. Individu dan karakteristiknya
  2. Karakteristik Individu
  3. Aspek perkembangan individu
  4. Memahami perkembangan individu
  5. Perlunya pemahaman pemahaman peserta didik

2

Rabu, 3 April 2013
Pertumbuhan dan perkembangan

  1. Pengertian pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development)
  2. Prinsip-prinsip perkembangan (development)
  3. Aspek-aspek perkembangan
  4. Tahap dan tugas perkembangan

3

Rabu, 10 april 2013
Remaja dan perkembangan

  1. Pengertian remaja
  2. Tugas-tugas dan perkembangan masa remaja
  3. Hakekat pertumbuhan dan perkembangan remaja
  4. Hukum-hukum dan perkembangan bagi remaja
  5. Karakteristik umum perkembangan remaja

4

Rabu, 17 April 2013
Perkembangan psikososial remaja

  1. Tugas-tugas perkembangan remaja
  2. Perkembangan psikososial remaja

5

Rabu, 24 April 2013
Aspek-aspek perkembangan perilaku dan pribadi

  1. Tugas-tugas perkembangan remaja
  2. Perkembangan fisik dan perilaku psikomotorik
  3. Perkembangan bahasa dan perilaku kognitif

6

Rabu, 1 Mei 2013
Dinamika perilaku individu

  1. Interaksi individu dengan lingkungan
  2. Penyesuaian
  3. Penolakan
  4. Motivasi

7

Rabu, 8 Mei 2013
UTS

8

Rabu, 15 Mei 2013
Kehidupan remaja dalam kelompok sosialnya

  1. Mengenal dan memahami problem-problem remaja

Perilaku menyimpang pada remaja

9

Rabu, 22 Mei 2013
Tugas perkembangan kehidupan pribadi pendidikan dan karir serta kehidupan berkeluarga

  1. Perkembangan kehupan pribadi sebagai individu
  2. Perkembangan kehidupan pendidikan dan karir

10

Rabu, 29 Mei 2013
Penyesuaian diri remaja

  1. Konsep dan proses penyesuaian diri
  2. Permasalahan-permasalahan penyesuaian diri
  3. Implikasi proses penyesuaian remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan

11

Rabu, 5 Juni 2013
Karakteristik perkembangan siswa sekolah menengah  (usia remaja)

  1. Karakteristik  aspek-aspek perkembangan remaja
  2. Tugas dan perkembangan remaja
  3. Problematika remaja

12

Rabu, 12 Juni 2013
Review perkuliahan

13

Rabu, 19 Juni 2013
UAS

14

Team Dosen

H. Rujukan Utama

  • Abin Syamsuddin M. 2001. Psikologi Kependidikan. Bandung : Rosda Karya.
  • Havighaurst, R.I. 1972. Developmental Task and Education. New York.
  • Hurlock, E.B. 1980. Developmental Psychology. Mekay A Life Span
  • Approach. New Delhi : Tata McGraw-Hill Publishing Co.Ltd.
  • Lingdern. H.C. 1972. Educational Psychology in the Classroom, Third
  • edition, New York : John Wiley Son, Ltd.
  • Lemer, R.M. 1983. Humsn developmet ; A Life Span Perspective. New York :  cGraw-Hill, Inc.
  • Nandang Budiman. 2005. Memahami Perkembangan Anak Sekolah Dasar.
  • Jakarta : Dikti.
  • Santrok, J. Human Development. A Life span perspective. New York:
  • McGraw-Hill, Inc.
  • Syamsu Yusuf. (2005). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosda Karya.
  • Peterson, Candida. (1996). Looking Forward Throught The Lifespan:
  • Developmental Psychology. Sidney, Australia : Prentice Hall.
  • Sunarto. (2002). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Syamsuddin Makmun, Abin. (2005). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja
  • Rosdakarya.
  • Yusuf, Syamsu. (2000). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:
    • Remaja Rosdakarya.

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

HAND OUT PERKULIAHAN

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

  1. A.                 KONSEP PERKEMBANGAN

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Dari waktu ke waktu kehidupan manusia terus berubah. Berawal dari dua sel dasar yaitu sel telur dan sperma, suatu organism tumbuh dan berkembang. Dua sel tersebut kemudian  membelah diri dan berdiferensiasi untuk menghasilkan tulang-tulang, syaraf, otot, usus, otak, dan bagian-bagian organ tubuh lainnya. Setelah kurang lebih sembilan bulan lamanya dalam kandungan ibu, organism yang baru tumbuh tersebut akhirnya menjadi bayi manusia yang sempurna dan siap lahir ke dunia dengan perangkat keterampilan hidup minimal yaitu bernafas, menggerak-gerakkan tubuh, menangis, dan menyusu.

Meskipun di saat lahir hanya berbekal seperangkat keterampilan minimal, melalui interaksi dengan lingkungan (orang tua, saudara, orang dewasa lain, dan objek-objek yang ada di sekitarnya) sang bayi terus lebih menyempurnakan diri. Ia terus mengalami berbagai perubahan fisik baik dalam hal ukuran maupun proporsinya. Berat dan tinggi badan bayi terus bertambah, begitupun proporsi antara organ-organ tubuhnya – kepala, badan, kaki, tangan, dan organ-organ lainnya—terus berubah menjadi lebih seimbang.

Seiring dengan perubahan struktur fisik, perilaku dan keterampilan bayi juga terus semakin beraneka. Dalam hal perilaku motorik, misalnya mulai dari hanya bisa berbaring, kemudian mampu bergulir, menelungkup, duduk, merangkak, berdiri, berjalan,dan akhirnya berlari.

Uraian di atas mengilustrasikan adanya proses perubahan yang dialami oleh anak manusia yang disebut dengan perkembangan (development). Perkembangan adalah pola perubahan individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat.

Namun tidak setiap perubahan yang dialami organisme atau individu itu merupakan perkembangan.

Pertumbuhan (growth) Perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar Kematangan (maturation) Perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar Belajar (learning) Perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif Latihan (exercise) Perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif Growth, maturation, learning, exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development) Perkembangan terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat Perkembangan adalah perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan.

  1. B.                 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
  • Aliran Natvisme

Tokoh : Schoupen Hower

Perkembangan organisme ditentukan oleh faktor pembawaan (nativus). Penelitian Henry Goddaard terhadap keluarga Marin Kallikak

  • Aliran Empirisme

Perkembangan organisme ditentukan oleh faktor lingkungan Teori Tabula Rasa John Locke

Penelitian J. B. Watson

  • Aliran Konvergensi

Tokoh : William Stern. Perkembangan ditentukan baik oleh faktor pembawaan maupun

Lingkungan

Ada determinasi faktor perkembangan

FAKTOR NATURE

DENGAN NURTURE FAKTOR NATURE

Bentuk-bentuk Nature

Bentuk-bentuk Nurture
Innate (pembawaan lahir) Experiences (pengalamanpengalaman)

Experiences (pengalamanpengalaman)

Preformed (sudah dibentuk)

Preformed (sudah dibentuk)

Environment (dibentuk

lingkungan)

Instinct (instink) Acquired (diperoleh) Acquired (diperoleh)
Inborn (sejak lahir) Learning (proses belajar) Learning (proses belajar)earn
Genetic (genetik) Socialization (sosialisasi) Socialization (sosialisasi)

Inborn (sejak lahir)

Heredity (hereditas) Education (pendidikan) Education (pendidikan)
  1. C.                 PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
    1. Cephalocaudal perkmbangan dimulai dari kepala menuju kaki
    2. Proximodistal perkembangan dari tengah menuju ke arah luar,dari arah dekat menuju ke arah jauh
    3. D.                 TUGAS PERKEMBANGAN

Suatu tugas pada periode perkembangan tertentu yang harus diselesaikan

dengan baik Sumber tugas perkembangan :

  1. Tuntutan masyarakat
  2. Sosial-budaya
  3. Kematangan fisik
  4. Norma agama

KEMATANGAN (MATURATION)

KESIAPAN PSIKOFISIK ORGANISME UNTUK MELAKUKAN FUNGSI-FUNGSINYA

CONTOH : PADA USIA 6/7 PERKEMBANGAN KOGNITIF MASUK

PADA PERIODE OPERASIONAL KONKRET ANAK SUDAH SIAP BERPIKIR LOGIS TETAPI HARUS DISERTAI DENGAN HAL-HAL KONKRET

 

TUGAS PEKEMBANGAN 0-6 TH (MASA KANAK-KANAK)

  1. Belajar berjalan
  2. Belajar memakan makanan yang padat
  3. Belajar berbicara
  4. Belajar buang air kecil dan air besar
  5. Belajar mengenal jenis kelamin
  6. Mencapai kesetabilan jasmaniah fisiologis
  7. Membentuk konsep-konsep sederhana
  8. Belajar hubungan emosional dengan orla
  9. Belajar melakukan / hubungan baik berdasarkan norma sosial/agama

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA SD (6/7 S.D 12/13)

  1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainanpermainanyang umum.
  2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh.
  3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya.
  4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat.
  5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar membaca,  menulis, dan berhitung.
  6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
  7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tata tingkatan nilai.
  8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga.
  9. Mencapai kebebasan pribadi.
  1. E.                  KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIAN SD
    1. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA SD

Perubahan tubuh : sistem tulang, otot, dan keterampilan gerak

  1. Diferensiasi tulang belulang, pada masa bayi berjumlah 27 berkembang menjadi 350 pada akhir masa anak sekolah
  2. Diferensasi terjadi dipengaruhi oleh faktor gizi dan latihan
  3. Otot anak laki-laki lebih kuat
  4. d.      Secara fisik anak perempuan lebih cepat matang dari pada anak lakilaki teori heliosentris
  5. Koordinasi gerakan halus meningkat
  6. Sudah mampu melakukan gerakan manipulatif
  7. Kesehatan
  8. Saluran penafasan
  9. Influenza
  10. Infeksi alat pencernaan
  11. Penyakit gigi
  12. Radang paru-paru
  13. Kecelakaan fisik : gerakan motorik belum begitu seimbang, kurang hati-hati karena keterbatasan berpikir logis
  14. Kebugaran fisik lemah
  1. PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK

Adalah perkembangan pengendalian geraakan jasmaniah melalui kegitan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkorrdinasi 4 kategori keterampilan motorik : (1) menolong diri sendiri, (2) sosial, (3) bermain dan (4) sekolah

  • Prinsip perkembangan motorik
  • Perkembangan motorik bergantung pada kematangan otot dan syaraf
  • Belajar keterampilan motorik tidak terjadi sebelum anak matang
  • Perkembangan motorik mengikuti pola yang dapat diramalan
  • Dimungkinkan menentukan norma perkembangan motorik
  1. KETERAMPILAN PSIKOMOTORIK YANG PERLU DIKEMBANGKAN PADA ANAK SD
  • Gerak dasar lokomotor : memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain
  • Gerak nonlokomotor : peregangan dan pelenturan tubuh
  • Gerak manipulatif : keterampilan gerak yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lainnya
  1. PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK SD
  • Konsep kognitif
  • Dinamika perkembangan
  • Tahapan perkembangan
  • Karakteristik perkembangan
  • Model stimulasi

KONSEP KOGNITIF

  1. Teori gestalt ; kurt koffka ; kognisi manusia keseluruhan akan lebih berarti dari pada bagian-bagianpembelajaran harus dimulai dari keseluruhan
  2. Teori medan ; kurt lewin; setiap kognisi individu memiliki medan psikologis tertentu semakin anak ada dalam medan belajar cenderung semakin terjaga kondisi kognisinya dalam situasi pembelajaran
  3. Teori perkembangan kognitif ; jean piaget ; kognitif tidak lain dari struktur kognitif, yakni segala pengalaman individu sejak lahir yang membentuk kerangka pikirannya

DINAMIKA PERKEMBANGAN KOGNITIF

ASIMILASI proses integrasi persepsi, konsep atau pengalaman baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada.

  • Rangsangan atau pengalaman baru ditempatkan atau diklasifikasikan sesuai dengan struktur kognitif yang sudah ada
  • Asimilasi tidak menyebabkan perubahan struktur kognitif tetapi mempekembangkannya
  • Tugas guru dalam rangka asimilasi
  • Meletakan dasar struktur kognitif yang tepat tentang sesuatu konsep dalam kognisi anak
  • Memperkaya struktur kognitif semakin lengkap dan mendalam

AKOMODASI jika rangsangan atau pengalaman baru sama sekali tidak sesuai dengan struktur kognitif yang sudah ada Dua cara mekanisme akomodasi

  1. Membentuk struktur kognitif baru yang cocok dengan rangsangan atau pengalaman baru
  2. Memodifikasi struktur yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan atau pengalaman baru
  1. F.                  PERKEMBANGAN REMAJA DAN PERMASALAHANNYA

1. Konsep Perkembangan Remaja

  1. Psikologi Perkembangan

Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi. Secara etimologi, psikologi berasal dari kata psyche dan logos (bahasa Yunani).

Psyche berarti jiwa atau ruh sedangkan logos berarti ilmu. Jadi secara etimologis psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa atau ruh. Sejak jaman Yunani Kuno sampai abad 19 terminologi ini yang dipagang sebagai definisi psikologi.

Pada akhir abad 19, seiring dengan berkembangnya ilmu ilmiah, definisi psikologi sebagai ilmu jiwa banyak dipertanyakan. Salah satu prinsip ilmu ilmiah menyatakan bahwa suatu ilmu disebut ilmiah apabila objek ilmu itu dapat diamati (observable). Pertanyaan yang sering dilontarkan “Apakah jiwa atau ruh dapat diamati? Di mana letaknya jiwa atau ruh?” Kedua pertanyaan ini sulit dijawab secara ilmiah. Lalu bagaimana membuktikan adanya jiwa atau ruh? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini adalah bahwa bukti dari adanya jiwa atau ruh adalah organism berperilaku. Perilaku merupakan manifestasi dari adanya jiwa atau ruh pada organisme. Sebagai manifestasi dari adanya jiwa atau ruh, perilaku dapat diamati dan dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Oleh sebab itu mulai akhir abad 19 objek psikologi berubah dari jiwa atau ruh menjadi perilaku. Seiring dengan paradigma ini, secara terminologi psikologi didefinidikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku organisme.

Istilah organisme yang berarti makhluk hidup, menjadi terminologi baru dalam psikologi sebab telaahan psikologi saat ini bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya. Berdasarkan uraian ini, psikologi perkembangan didefinisikan sebagai ilmu yang memplajari perkembangan perilaku organisme.

  1. Pengertian Perkembangan Remaja

Sedikitnya ada empat istilah yang berdekatan bahkan saling terkait pengertiannya dengan istilah perkembangan (development). Pertama, pertumbuhan (growth), yakni perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar. Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-ukuran tertentu. Misalnya, tinggi badan anak SD dari 110 cm pada usia 9 tahun menjadi 155 pada usia 15 tahun. Perubahan dalam pertumbuhan dimulai dari tidak ada menjadi ada. Misalnya, bayi yang baru lahir tidak bergigi, tetapi setelah kurun waktu satu tahun mulai bergigi. Perubahan dalam pertumbuhan mengikuti prinsip discontinuous.

Misalnya, pada usia dan ketinggian tertentu maka perkembangan tinggi badan akan berhenti, tidak meninggi terus. Kedua, kematangan (maturation), yakni perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar. Ketiga, belajar (learning) yaitu perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif . Keempat, latihan (exercise), yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Growth, maturation, learning, exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development). Perkembangan, terutama dalam konsep pertumbuhan (growth), terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks yang dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud perkembangan remaja adalah perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada masa remaja sebagai akibat dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. pertumbuhan (growth), yakni perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar. Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-ukuran tertentu. Misalnya, tinggi badan anak SD dari 110 cm pada usia 9 tahun menjadi 155 pada usia 15 tahun. Perubahan dalam pertumbuhan dimulai dari tidak ada menjadi ada. Misalnya, bayi yang baru lahir tidak bergigi, tetapi setelah kurun waktu satu tahun mulai bergigi. Perubahan dalam pertumbuhan mengikuti prinsip discontinuous.

Misalnya, pada usia dan ketinggian tertentu maka perkembangan tinggi badan akan berhenti, tidak meninggi terus. Kedua, kematangan (maturation), yakni perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar. Ketiga, belajar (learning) yaitu perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif . Keempat, latihan (exercise), yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Growth, maturation, learning, exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development). Perkembangan, terutama dalam konsep pertumbuhan (growth), terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks yang dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud perkembangan remaja adalah perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada masa remaja sebagai akibat dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. pertumbuhan (growth), yakni perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan secara alamiah maupun hasil belajar. Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-ukuran tertentu. Misalnya, tinggi badan anak SD dari 110 cm pada usia 9 tahun menjadi 155 pada usia 15 tahun. Perubahan dalam pertumbuhan dimulai dari tidak ada menjadi ada. Misalnya, bayi yang baru lahir tidak bergigi, tetapi setelah kurun waktu satu tahun mulai bergigi. Perubahan dalam pertumbuhan mengikuti prinsip discontinuous.

Misalnya, pada usia dan ketinggian tertentu maka perkembangan tinggi badan akan berhenti, tidak meninggi terus. Kedua, kematangan (maturation), yakni perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan hasil belajar. Ketiga, belajar (learning) yaitu perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif . Keempat, latihan (exercise), yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman, disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Growth, maturation, learning, exercise sama-sama menghasilkan perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan (development). Perkembangan, terutama dalam konsep pertumbuhan (growth), terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks yang dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud perkembangan remaja adalah perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada masa remaja sebagai akibat dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

1)      Aliran Natvisme

Tokoh aliran ini adalah Schoupen Howern. Menurut aliran ini perkembangan organisme ditentukan oleh faktor pembawaan (nativus).

2)      Aliran Empirisme

Salah satu tokoh aliran ini adalah John Locke, yang mengembangkan teori “tabula rasa”. Menurutnya manusia bagaikan “tabula rasa”, yakni meja lilin yang putih bersih belum tergoreskan apapun. Mau dijadikan gambar gambar apa saja meja lilin tersebut terserah pelukisnya. Meja lilin di sini diibaratkan sebagai bayi yang baru lahir yang akan berkembang, sedangkan pelukis adalah lingkungan yang akan membentuk jadi apapun anak yang baru lahir ini. Dengan kata lain, aliran empirisme sangat yakin bahwa perkembangan organisme ditentukan oleh lingkungan. Bahkan J. B. Watson, yang terkenal sebagai behaviorist dari Amerikat Serikat, pernah sesumbar “Beri aku bayi, lalu mintalah kepada ku mau dijadikan apa pun bayi itu. Mau dijadikan dokter, lawyer, guru, bahkan dijadikan criminal. Mintalah kepadaku”.

3)      Aliran Konvergensi

Tokoh aliran konvergensi adalah William Stern. Aliran ini meyakini bahwa baik factor pembawaan maupun faktor lingkungan sama penting bagi perkembangan organism.

2. Konsep Remaja dan Tugas Perkembangannya

1)      Pengertian Remaja

Reamja adalah individu yang terentang pada periode perkembangan sejak berakhirnya masa anak sampai datangnya awal masa dewasa. Masa remaja berlangsung sekitar 11/12 tahun s.d 18/20 tahun.

2)      Pengertian dan Sumber Tugas Perkembangan

Tugas perkembangan adalah suatu tugas pada periode perkembangan  tertentu yang harus diselesaikan dengan baik. Sumber tugas perkembangan sebagai berikut.

  1. Tuntutan masyarakat
  2. Sosial-budaya
  3. Kematangan fisik
  4. Norma agama

3)      Tugas Perkembangan remaja

  1. Kematangan hidup religius
  2. Kematangan perilaku etis
  3. Kematangan emosional
  4. Kematangan intelektual
  5. Kesadaran tanggung jawab
  6. Peran sosial sebagai pria atau wanita
  7. Penerimaan diri dan pengembangannya
  8. Kemandirian perilaku ekonomis
  9. Wawasan dan persiapan karir
  10. Kematangan hubungan dengan teman sebaya
  11. Persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga

3. Profil Perkembangan Remaja dan Implikasinya dalam Pembelajaran

a. Profil Perkembangan Fisik dan Psikomotorik Remaja

Remaja Awal Remaja Akhir

  • Laju perkembangan sangat cepat
  • Proporsi ukuran tinggi dan berat badan sering kurang seimbang
  • Munculnya ciri-ciri skunder (tumbuh bulu pada pubic region, dsb)
  • Aktif dalam berbagai jenis permainan/aktivitas remaja akhir
  • Laju perkembangan menurun
  • Proporsi ukuran tinggi dan berat badan tampak seimbang
  • Organ reproduksi siap difungsikan
  • Lebih selektif dalam memilih kativitas

b. Masalah yang Mungkin Timbul Karena Perkembangan Fisik dan Psikomotorik

  • Kecanggungan bergaul antar remaja bahkan dengan orang dewasa sekali pun.
  • Self rejection karena self image tidak sesuai dengan self reality.
  • Pada remaja kadang – kadang self image terlalu tinggi atau jauh dari self reality.
  • Gejala emosional seperti rasa malu ketika menstruasi.
  • Pemuasan biologis yang tidak tepat.
  • Perkembangan fisik-hormonal & hormonal yang cepat menimbulkan goncangan : “masa badai dan topan”.

c. Profil Perkembangan Bahasa dan Perilaku Kognitif Remaja

Remaja Awal Remaja Akhir

  • Perkembangan bahasa sandi dan mulai tertarik bahasa asing
  • Lebih bersifat realisme kritis
  • Mampu mengoperasikan kaidahkaidah logika formal
  • Bakat (aptitudes) mulai menunjukkan kecenderungan – kecenderungan lebih jelas
  • Cenderung berpikir dan bertindak “here and now”
  • Lebih memantapkan diri pada bahasa asing yang dipilihnya
  • Lebih bersifat rasionalisme idealis
  • Logika formal disertai generalisasi konklusif dan komprehensif
  • Kecenderungan bakat tertentu mencapai titik puncak
  • Sudah mulai berpikir dan bertindak “what next?”

d. Masalah-masalah yang Mungkin Timbul Berkaitan dengan

Perkembangan Bahasa dan Kognitif

1)      Belajar bahasa asing yang tidak menyenangkan cenderung benci terhadap pelajaran dan gurunya.

2)      Ketidakselarasan antara bakat, minat, dan kemampuan.

3)      Terutama pada remaja awal cenderung berpikir “di sini dan sekarang” dalam mengambil keputusan hidup.

4)      Sangat rentan dengan pemikiran-pemikiran “sesat” tetapi dasar logika berpikirnya kuat.

5)      Dengan berkembangnya kognitif pada masa remaja sangat kaya idealisme, pencari idola, rasa ingin tahu, dan ingin diakui-dihargai.

6)      Jika potensi-potensi ini tidak terfasilitasi dengan tepat sangat mungkin mengalami salah suai.

e. Profil Perkembangan Perilaku Sosial, Emosional, Moralitas, dan Religius Remaja

Remaja Awal Remaja Akhir

  • Diawali dengan kecenderungan ambivalen dalam berteman
  • Kebergantungan pada teman sebaya dan semangat komformitas
  • Reaksi-reaksi dan ekspresi emosi masih labil dan belum terkendalikan dengan baik
  • Mengidentifikasi diri dengan tokoh moralitas yang diidolakan
  • Muncul perilaku skeptis pada agama
  • Masih mencari dan mencoba menemukan pegangan hidup
  • Bergaul dengan jumlah teman terbatas dan selektif
  • Mulai fleksibel terhadap teman sebaya
  • Reaksi-reaksi dan ekspresi emosi tampak lebih stabil, terkendali, dan mampu menguasai diri
  • Identifikasi diri pada tokoh moralitas idola sebagai hasil pertimbangan kemandirian nilai
  • Penghayatan yang tingi tentang kehidupan reliogius
  • Mulai menemukan pegangan hidup yang lebih definitif
  1. G.                 MASALAH-MASALAH YANG MUNGKIN TIMBUL BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL, EMOSIONAL, MORALITAS, DAN KEAGAMAAN

1)      Munculnya perilaku anti sosial pada remaja

2)      Konflik dengan orang tua

3)      Penyalahgunaan napza

4)      Mudah digerakkan dalam perilaku destruktif

5)      Mudah terlibat dalam kegiatan masa

6)      Seks bebas

7)      Ikatan solidaritas, nilai, dan tradisi sebaya sangat kuat. Jika melakukan penyesuaian sosial sangat mungkin konformitas sosial mereka mengarah kepada kelompok sebaya yang berisiko tinggi.

  1. H.                 BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI REMAJA

a. Perlunya Bimbingan dan Konseling bagi Remaja

  • Kondisi psikologis remaja : kaya potensi, vitalitas, dinamis tapi labil.
  • Perubahan pola kehidupan keluarga : ayah dan ibu bekerja  interaksi terbatas, sentuhan pedagogis berkurang anak cari jalan sendiri.
  • Kondisi sosial-budaya-ekonomi : tidak kondusif  kehilangan idealisme, contoh & pembiasaan yang salah.
  • Pengaruh situasi global : memperkuat sekulerisme, konsumerisme, hedonisme, dan individualisme .

b. Strategi Bimbingan dan Konseling bagi Remaja

  • Penanaman akidah sejak dini terutama melalui contoh. Dakwah atau pembelajaran agama dan moral bil ‘af’al / bil hal melalui praktek langsung dan contoh tauladan. Jika tidak seperti ini dikhawtirkan remaja menjadi skeptis terhadap nilai moral dan agama.
  • Pendekatan dialog sebagai sarana komunikasi, curhat, tukar pendapat, penyaluran ide, dan lain-lain.
  • Penyaluran dan penempatan sesuai minat, bakat, dan kemampuan.
  • Memperbanyak aktivitas yang produktif.

lF��js �@�-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l17 level1 lfo35;background:white;mso-background-themecolor: background1′>7)      Ikatan solidaritas, nilai, dan tradisi sebaya sangat kuat. Jika melakukan penyesuaian sosial sangat mungkin konformitas sosial mereka mengarah kepada kelompok sebaya yang berisiko tinggi.

  1. H.                 BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI REMAJA

a. Perlunya Bimbingan dan Konseling bagi Remaja

  • Kondisi psikologis remaja : kaya potensi, vitalitas, dinamis tapi labil.
  • Perubahan pola kehidupan keluarga : ayah dan ibu bekerja  interaksi terbatas, sentuhan pedagogis berkurang anak cari jalan sendiri.
  • Kondisi sosial-budaya-ekonomi : tidak kondusif  kehilangan idealisme, contoh & pembiasaan yang salah.
  • Pengaruh situasi global : memperkuat sekulerisme, konsumerisme, hedonisme, dan individualisme .

b. Strategi Bimbingan dan Konseling bagi Remaja

  • Penanaman akidah sejak dini terutama melalui contoh. Dakwah atau pembelajaran agama dan moral bil ‘af’al / bil hal melalui praktek langsung dan contoh tauladan. Jika tidak seperti ini dikhawtirkan remaja menjadi skeptis terhadap nilai moral dan agama.
  • Pendekatan dialog sebagai sarana komunikasi, curhat, tukar pendapat, penyaluran ide, dan lain-lain.
  • Penyaluran dan penempatan sesuai minat, bakat, dan kemampuan.
  • Memperbanyak aktivitas yang produktif

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pengunjung

Flag Counter

Waktu Kini

April 2013
S S R K J S M
« Feb   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: